Lebih dari 3.000 Fasilitas Umum termasuk Tempat Ibadah di Palu dan Lombok Rusak Total

“Kebutuhan akan tempat ibadah kala mengungsi tetaplah sebuah prioritas di antara peradaban masyarakat. Apalagi, masjid darurat akan lebih bermakna disaat-saat pemulihan bencana seperti ini,” papar Ustadz Helmi Ambas selaku Ketua Pengurus DKM Masjid Agung Darussalam.

Masjid yang layak dan nyaman untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena semakin dekat mereka dengan Allah semakin besar pula kekuatan iman mereka mengatasi situasi pasca bencana ini.

MASJID UNTUK PALU DAN LOMBOK

Melihat semangat beribadah yang tak surut dari para penyintas, Dompet Dhuafa pun menginisiasi pembangunan Masjid Darurat di Lombok dan juga di titik pengungsian Masjid Agung Darussalam yang terletak di Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat.

Penyediaan sarana ibadah di tengah infrastruktur yang rusak parah, sangat dibutuhkan para penyintas bencana di Sulawesi Tengah. Bukan hanya sekedar masjid darurat, tetapi masjid yang sifatnya lebih permanen sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

BEKERJASAMA DENGAN RELAWAN ARSITEK

Berbekal dari ilmu arsitektur yang dimiliki, lelaki kelahiran Jakarta itu berniat tulus untuk membantu membangun masjid di Lombok dengan menjadi relawan arsitek Dompet Dhuafa. “Saya ingin ilmu yang saya miliki bisa bermanfaat untuk oranglain,” ungkap Yanuar Eko Prasetyo.

Menurutnya, saat membuat rancangan design kita harus memastikan struktur bangunannya kuat. Agar ketika gempa terjadi bangunan yang sudah dibangun tidak mudah hancur. Saat ini, ia sudah membuat rancangan desain masjid yang akan dibangun di Lombok. 

Sedangkan untuk pembangunan masjid di Sulawesi tengah, Dompet Dhuafa membuat sendiri design bangunannya.

Bangun semangat ibadah kita melalui berdonasi kepada mereka yang kesulitan ibadah dengan,

  1. Klik Tombol DONASI SEKARANG
  2. Isi Form Donasi
  3. Lakukan Pembayaran